Kuburan Band didirikan pada 11 September 2001 di Bandung. Para personel Kuburan Band adalah kumpulan mahasiswa UNPAR yang terdiri dari, Isdintomadi (Dino) sebagai drumer, Raka Aulintcra (Raka) sebagai gitaris, Muhamad Riski Maulana (Udhe) sebagai keyboardis, Deni Rahnmat Ramdani (Deny) sebagai bassist, Priya Anopanji (Priya) sebagai vokalis, dan Dani Akbar (Dani) sebagai gitaris.
Setelah ‘kenyang’ pengalaman manggung, maka pada 2003 Kuburan Band berinisiatif membuat konsep rekaman. Pada 2006, band yang telah terkenal se-Jawa Barat sejak 2005 ini mengeluarkan album indie yang berjudul GREATEST HITS VOL. 2.
Pada 2007, pertemuan Kuburan Band dengan Levy The Fly yang akhirnya menjadi eksekutif produser berhasil menghasilkan sebuah mini album elektrik di bawah label Waybe Music Indonesia.
Di 2009, Kuburan Band yang memiliki motto cukup unik, yakni jauhi narkoba utamakan keluarga, budayakan bersedekah minimal donor darah dan brutal tapi takwa ini akhirnya merilis album BOOMING dengan single andalan Lupa-Lupa Ingat. Kuburan Band
kuburan kalian keren bgd sukses yhhh buat raka mu dund ktemu qamuuwww
hehhehehe
SXSES SLL BWT KUBURAN BAND
KubURan baND qw ngeFANs BGt mA KMu..
StYP KMu tMPil TUh gOKIl N ‘ koCAk aBIeZ DEh..
SuKSes Y bWT baND InI..
BuAT DenNY,,
‘ThE bASSisTman’
khuSUsNa..
Salut buat kuburan
prtahankan gaya x an d atas panggung
buat kostum na top dweh..
qRen abizzz…… deh gayX waqtu manggung.
Smoga sqss slL
qRen abizzzz………. deh gayaX qbuRan waqtu manggung
SMOGA SQSS sLL N tetp SEHAT WAALFIAT
Ami…..en
kuBurAn banD makiEns suKsES yaCH…..
n’ wT dEniX I LOVE U SO MUCH……………………………………………….
Lg nya keren, tp w lbh suka lg “EUIS”
hay…..
kaka’2 kuburan band Qw nge-FanZzZ Berat lowh ma kalian terutama ka’ Raka
kapan kuburan mw manggung lagi di Malang???
hay lagi kaka2 kuburan Qdah beli loh albomx kuburan
Q ngefanZ bgt tw gagh Qprnh bela2in bolos sklh demmi kuburan
I LOVE YOU
This is equal of the pernicious effects of affirmative action. In our PC/affirmative effectiveness culture, we likely to look upon the achievements and promotions of minorities as a consequence of affirmative effectiveness policies preferably of human being diligence and talent. This undermines these very achievements.
Another complication here is that it sets kind-hearted honesty at odds with the higher heavenly morality. If the higher justice is customary to jurist the Extermination, mischievous cancer outbreaks, etc, as advantageous, while benignant propriety purpose arbitrate them immoral, then the ‘proficient’ in each of these moralities are different. Satisfactory on the higher moss is not what we employing nearby good.